JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam mencetak aparatur pemerintahan yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Sebanyak 1.204 lulusan IPDN resmi menyandang status sebagai Pamong Praja Muda setelah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi seluruh persyaratan akademik maupun kepamongprajaan. Mereka dipersiapkan untuk memperkuat birokrasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian bagi setiap Pamong Praja Muda. Aparatur pemerintah diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa para lulusan IPDN memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Selain memiliki kemampuan administratif, Pamong Praja Muda juga dituntut memiliki kepemimpinan, disiplin, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal tersebut dinilai penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Pelantikan tersebut menjadi akhir dari proses pendidikan yang telah dijalani para lulusan sekaligus awal pengabdian mereka sebagai aparatur sipil negara. Setelah resmi dilantik, para Pamong Praja Muda akan ditempatkan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan pemerintah guna memperkuat kapasitas birokrasi daerah.
Pemerintah berharap kehadiran para lulusan IPDN dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta mendorong terciptanya pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, para Pamong Praja Muda juga diingatkan untuk menjaga nama baik institusi, menjunjung tinggi etika pemerintahan, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Integritas dinilai sebagai modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
Melalui pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sumber daya manusia di sektor pemerintahan. Diharapkan para lulusan IPDN mampu menjadi aparatur yang berkompeten, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik demi mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
